Tuesday, February 26, 2013

IPS KERAJAAN ISLAM INDONESIA

Materi IPS Kelas 5 Semester 1

BAB 3

KERAJAAN ISLAM INDONESIA

 

Islam  masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13.  Islam dibawa oleh para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia. Para pedagang tersebut mengunjungi kota-kota pelabuhan di sekitar Selat Malaka, misalnya Samudra Pasai. Sambil berdagang mereka menyebarkan agama Islam.

 

1.      PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA

Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13.  Agama Islam sampai ke Indonesia dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan India (Gujarat). Hal itu diperkuat dengan ditemukan beberapa bukti.

Bukti-bukti yang menunjukkan pengaruh Islam di Indonesia antara lain sebagai berikut.

a.       Batu nisan Sultan Malik as Shaleh yang berangka tahun 1297. Sultan Malik as Shaleh adalah pendiri Kerajaan Samudera Pasai.

b.      Catatan Marcopolo 1292, seorang musafir dari Venesia. Ia menuliskan bahwa pada tahun tersebut penduduk Kota Perlak sudah memeluk Islam.

c.       Catatan Ibnu Batutah, seorang musafir dari Tunisia 1345–1346. Ia menuliskan bahwa agama Islam berkembang di Samudera Pasai.

Menurut Prof. Dr. Hamka, Islam masuk Indonesia berasal dari Mekah dan Mesir. Hal ini ditunjukkan dengan bukti-bukti sebagai berikut.

a.       Laporan perjalanan Ibnu Batutah.

b.      Gelar raja-raja Samudera Pasai dengan raja-raja Mesir ada persamaan yaitu Al-Malik.

c.       Ada ualama Indonesia yang mengajarkan ilmu Tasawuf di Arab.

 

2.      KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

 

a.       Kerjaan Samudra Pasai

Kerajaan Samudra Pasai berdiri sekitar abad ke-13. Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan Samudra Pasai terletak di Aceh Utara (sekarang Kabupaten Lhokseumawe).

Raja-rajanya adalah Sultan Malik as-Saleh, Sultan Muhammad yang bergelar Malik Al-Tahir (1297-1326), Sultan Akhmad yang bergelar Malik Az Zahir (1326-1348) dan Zainal Abidin. Pada masa pemerintahan Sultan Ahmad datang seorang musaļ¬r dari Maroko. Ia bernama Ibnu Batutah. Ibnu Batutah menyebut Samudra Pasai dengan Sumatrah. Itu yang menjadi nama Pulau Sumatra sampai sekarang.

b.      Kerajaan Aceh

Kerajaan Aceh terletak di tepi Selat Malaka yang berpusat di Kutaraja, Banda Aceh. Berdiri pada abad ke-16 dengan raja pertama Sultan Ali Mughayat Syah (Sultan Ibrahim). Aceh mencapai kejayaannya pada

masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1635). Karena menjadi pusat agama Islam, Aceh sering disebut Serambi Mekah. Pujangga terkenal dari Aceh antara lain Hamzah Fausuri, Syamsudin Sumatrani, Nurudin ar Raniri, dan Abdurrouf Singkel. Para ulama inilah yang berhasil menerjemahkan Alquran dalam bahasa Melayu.

c.       Kerajaan Demak

Kerajaan Demak terletak di pantai utara Jawa Tengah, didirikan Raden Patah pada tahun 1478. Kerajaan Demak mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Trenggono. Raden Patah mempunyai putera bernama Adipati Unus yang mendapat julukan Pangeran Sabrang Lor karena pernah diutus untuk menyerang Portugis di malaka.

Penyebaran agama Islam di Jawa dibantu oleh para wali. Karena jumlah wali tersebut ada sembilan orang, maka disebut Walisongo. Sembilan wali tersebut adalah sebagai berikut.

a.       Sunan Giri (Raden Paku atau Raden Ainul akin)

b.      Sunan Ampel (Raden Rahmat)

c.       Sunan Bonang (Raden Maulana Makhdum Ibrahim)

d.      Sunan Drajat (Raden Kosim Syarifudin)

e.       Sunan Muria (Raden Umar Syaid)

f.       Sunan Kalijaga (Raden Syahid)

g.      Sunan Gresik (Raden Maulana Malik Ibrahim)

h.      Sunan Kudus (Raden Jakfar Sadiq)

i.        Sunan Gunung Jati (Fatahillah atau Raden Syarief Hidayatullah).

 

d.      Kerajaan Banten

Kerajaan Banten dan Cirebon didirikan oleh Fatahillah atau Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, panglima Kesultanan Demak. Tahun 1526, Fatahillah berhasil merebut Sunda Kelapa dari Portugis dan mengubah namanya menjadi Jayakarta (Jakarta). Tahun 1552, Banten diserahkan kepada putranya Pangeran Hassanudin dan Cirebon diberikan ke Pangeran Pasarean. Banten mengalami kejayaan pada masa Sultan Ageng Tirtayasa (1651 – 1680). Sultan Ageng Tirtayasa pernah mengadakan perlawanan terhadap VOC di Banten.

Namun, perlawanannya mengalami kegagalan yang  diakibatkan pengkhianatan putranya. Sultan Haji bekerja sama dengan VOC.

 

e.       Kerajaan Mataram

Mataram didirikan oleh Sutawijaya, yang bergelar Panembahan Senopati. Mas Rangsang bergelar Sultan Agung Hanyakrakusuma menjadi raja terbesar Mataram. Pada tahun 1628 dan 1629, Sultan Agung mengirim pasukan. Tujuannya untuk

menyerang VOC di Batavia. Namun, kedua serangan itu mengalami kekalahan. Sultan Agung wafat pada tahun 1645.

 

f.       Kerajaan Goa-Tallo (Makassar)

Kerajaan Gowa-Tallo terletak di Sulawesi Selatan. Pada tahun 1605, agama Islam masuk ke kerajaan Gowa-Tallo melalui seorang ulama dari Minangkabau bernama Dato ri Bandang dan Dato’ Sulaiman. Karaeng Tunigallo adalah raja Gowa pertama yang memeluk agama Islam. Gelar Karaeng Tunigallo adalah Sultan Alauddin. Kerajaan Gowa Tallo mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Hassanuddin (1653 - 1669). Sultan Hassanuddin mendapat jelukan sebagai “ayam jantan dari Timur” karena keberaniannya melawan Belanda.

 

g.      Kerajaan Ternate – Tidore

Kerajaan Ternate dan Tidore terletak di  Maluku Utara. Raja pertama kerajaan Ternate adalah Sultan Zainal Abidin (1486-1500). Sedangkan Raja yang terkenal Ternate adalah Sultan Hairun dan Sultan Baabullah. Sultan Hairun dibunuh oleh Portugis. Atas Kematian sultan Hairun Rakyat Maluku bangkit melawan Portugis dan berhasil mengusirnya di bawah pimpinan sultan Baabullah. Tidore didirikan oleh Sultan Mansur. Raja Tidore yang terkenal adalah Sultan Nuku.

Dalam persaingan perdagangan masing-masing kerajaan mempunyai persekutuan. Uli Lima atau persekutuan lima saudara dipimpin oleh Kerajaan Ternate. Uli Siwa atau persekutuan sembilan saudara dipimpin oleh Kerajaan Tidore.

 

3.      PENINGGALAN SEJARAH YANG BERCORAK ISLAM

1.      Masjid

Masjid merupakan seni arsitektur Islam yang paling menonjol. Masjid adalah tempat peribadatan umat Islam. Contoh masjid peninggalan sejarah Islam adalah Masjid Agung Demak dan Masjid Kudus. Masjid Agung Demak dibangun atas perintah Wali Songo. Pembangunan masjid dipimpin langsung oleh Sunan Kalijaga. Sementara masjid Kudus didirikan oleh Sunan Kudus, di masjid kudus terdapat menara kudus yang bentuknya menyerupai candi. Selain itu ada juga Masjid Katangga peninggalan K. Gowa.

2.      Kaligrafi

Kaligrafi adalah tulisan indah dalam huruf Arab. Tulisan tersebut biasanya diambil dari ayat-ayat suci Al Quran.

3.      Istana

Istana merupakan tempat tinggal raja dan keluarganya. Istana juga berfungsi sebagai pusat

pemerintahan. Istana peninggalan kerajaan Islam di antaranya Istana Maemun (peninggalan Kerajaan Deli). Istana Maemun terletak di Kota

Medan. Istana ini dibangun pada 1888 oleh Sultan Makmun Perkasa Alam. Istana Siak Sri Indrapura. Keraton Cirebon, didirikan oleh Syarif Hidayatullah pada tahun 1626 Masehi.

4.      Pesantren

Pesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam. Pengajar di pesantren adalah  seorang  kiai.  Para siswanya dinamakan  santri. Pesantren yang terkenal, antara lain Pesantren Tebu Ireng di Jombang Jawa Timur, Pesantren Modern Gontor di Ponorogo Jawa Timur,

5.      Batu Nisan (Makam)

Batu nisan berfungsi sebagai tanda kubur. Beberapa diantaranya adalah Batu nisan Malik As Saleh, raja pertama dari Kerajaan Samudra Pasai. Batu nisan Maulana Malik Ibrahim di Gresik Jawa Timur.

6.      Karya Sastra

Peninggalan karya sastra Islam di Indonesia dikelompokkan menjadi empat, yaitu  hikayat, suluk, syair, dan  babad. Hikayat  peninggalan sejarah di Indonesia, antara lain hikayat raja-raja Pasai, Hang Tuah, Jauhar Manikam, dan hikayat Amir Hamzah.

Suluk adalah kitab yang berisi tentang ajaran tasawuf. Suluk yang terkenal, yaitu suluk Sukarsah, Wujil, dan suluk Malang Sumirang. Karya syair yang terkenal, yaitu syair Abdul Muluk dan Gurindam Dua Belas.  Babad  adalah cerita sejarah yang merupakan cerita biasa. Contohnya babad Tanah Jawa, babad Cirebon, sejarah Melayu (Salawat Usalatin), dan babad Banten.

7.      Tradisi Agama

Tradisi Islam yang masih melekat di masyarakat, antara lain upacara kematian. Upacara kematian merupakan peringatan meninggalnya seseorang pada hari ke-3, ke-7, ke-40, ke-100 dan ke-1.000.

Selain itu ada juga seni pertunjukan yang merupakan peninggalan kerajaan islam, yaitu:

1) Seni tari: Saman, Seudati, Zapin, dan Rudat.

2) Seni musik: rebana, orkes, dan gambus.

 

 

4.      TOKOH KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

1)      Sunan Ampel (Raden Rahmat)

Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Rahmat. Beliau adalah putra Maulana Malik Ibrahim. Ketika berumur 20 tahun, Sunan Ampel hijrah ke Pulau Jawa.

Murid-murid beliau yang terkenal adalah Raden Paku (Sunan Giri), Raden Fatah (raja/sultan pertama kerajaan Demak), Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang), Syarifuddin (Sunan Drajat), dan Maulana

Ishak

2)      Raden Patah

Raden Patah adalah raja pertama dari kerajaan Demak. Ia adalah murid Sunan Ampel di Jawa Timur.

3)      Sultan trenggono

Sultan Trenggono naik tahta dan dilantik oleh Sunan Gunung Jati. Pada masa pemerintahannya, Demak mencapai puncak kejayaan.

4)      Sultan Hasanuddin

Sultan Hasanuddin adalah Raja Gowa-Tallo (1653 – 1669). Pada masa pemerintahannya Kerajaan Gowa-Tallo mencapai puncak kejayaan. Karena sikapnya yang  tegas, orang-orang Belanda menjulukinya Ayam Jantan dari Timur.

5)      Sultan Agung

image

Sultan Agung (Raden Mas Rangsang) adalah putra mas Jolang. Sultan Agung adalah Raja Mataram kedua yang memerintah tahun 1613 –1645. Mataram mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Agung.

6)      Fatahillah

Pada 1527 Demak menyerang Sunda Kelapa (Batavia) di bawah pimpinan Fatahillah kemudian mengganti nama Sunda Kelapa menjadi  Jayakarta.  Artinya  kota kemenangan. Kemudian ia menjadi wali (ulama besar) dengan gelar Sunan Gunungjati.

7)      Sultan Baabullah

Sultan Baabullah berasal dari Kerajaan Ternate. Sultan Baabullah bersama rakyat Ternate berhasil mengusir Portugis dari Maluku.

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...