Tuesday, February 26, 2013

IPS KERAJAAN HINDU INDONESIA

Materi IPS Kelas 5

BAB 1

KERAJAAN HINDU INDONESIA

 

Perkembangan Hindu-Buddha di Indonesia  awalnya disebarkan oleh para pedagang, terutama dari India. Agama tersebut mula-mula dianut oleh raja-raja dan para bangsawan. Kemudian rakyat dari kerajaan itu ikut menganut agama seperti rajanya. Sedangkan Agama Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang terutama dari Gujarat, Arab, dan Persia. Agama Islam berkembang pesat dengan adanya kerajaan-kerajaan di daerah pesisir pantai, seperti Samudra Pasai di Sumatera dan Demak di Jawa.

 

1.      KERAJAAN YANG BERCORAK HINDU DI INDONESIA

 

Pengaruh Hindu masuk ke Indonesia sekitar abad ke-5 M. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya beberapa prasasti yang ditulis dengan huruf Pallawa.

a.       Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai berdiri pada tahun 400 Masehi. Kerajaan ini merupakan kerajaan Hindu  tertua di Indonesia. Kerajaan Kutai terletak di Muarakaman, di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

image

Pendiri Kerajaan Kutai adalah  Kudungga. Kerajaan Kutai mencapai puncak kejayaan pada pemerintahan Raja Mulawarman. Mulawarman menyembah Dewa Syiwa. Peninggalan sejarah Kerajaan Kutai berupa prasasti berbentuk  yupa  (tugu bertulis) yang menceritakan bahwa raja Mulawarman menghadiahkan 20.000 ekor sapi kepada Brahmana. Prasasti itu menggunakan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta.

 

b.      Kerajaan Tarumanagara

Kerajaan Tarumanagara merupakan kerajaan Hindu yang didirikan pada tahun 450 Masehi. Kerajaan Tarumanagara terletak di dekat aliran  Sungai Citarum, Bogor Jawa Barat. Menurut berita Cina, Tarumanagara disebut Tolomo. Raja Tarumanagara yang terkenal adalah Purnawarman. Agama yang dianutnya adalah Hindu aliran Wisnu.

image

Peninggalan  sejarah Kerajaan Tarumanagara antara lain berupa prasati. Contohnya Prasasti Tugu, Prasasti Kebon Kopi,  Prasasti Lebak, Prasasti Jambu, Prasasti Pasir Awi, dan Prasasti Muara Cianten. Dalam Prasasti Kebun Kopi dan Prasasti Ciaruteun terdapat telapak kaki gajah dan telapak kaki Raja Purnawarman.

 

c.       Kerajaan Mataram Hindu (Kuno)

Kerajaan Mataram kuno berdiri sekitar abad 8 Masehi. Raja pertama yang memerintah bernama Sanna. Setelah ia meninggal digantikan oleh Sanjaya. Ia bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Ia digantikan oleh Rakai Panangkaran, bergelar Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Rakai Panangkaran.

Setelah pemerintahan Rakai Panangkaran, Kerajaan Mataram Hindu (Kuno) pecah menjadi dua. Satu kerajaan dipimpin oleh dinasti Sanjaya (beragama Hindu). Satu kerajaan dipimpin dinasti Syailendra (beragama Buddha). Dinasti Syailendra berkuasa di Jawa Tengah bagian Selatan. Dinasti Sanjaya berkuasa di Jawa Tengah bagian Utara.

Perpecahan di Kerajaan Mataram Hindu (Kuno) disatukan kembali melalui ikatan perkawinan Rakai Pikatan (dinasti Sanjaya) dan Pramudya Wardhani (dinasti Syailendra). Peninggalan Kerajaan Mataram Hindu (Kuno) yang terkenal adalah Candi Prambanan.

d.      Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri berdiri sejak tahun 1115 – 1222 M. Kerajaan Kediri merupakan gabungan dari dua kerajaan, yaitu  Jenggala dan  Kahuripan. Kerajaan Kediri terletak di daerah Kediri Jawa Timur, sekitar lembah Sungai Brantas.

Raja Kediri yang pertama adalah Bameswara. Raja Kediri yang terkenal adalah Jayabaya. Iabegitu terkenal karena ramalannya yang disebut Jangka Jayabaya. Raja Kediri yang terakhir adalah Kertajaya yang meninggal tahun 1222. Pada tahun itu Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok di Desa Ganter, Malang.

Peninggalan  sejarah Kerajaan Kediri terdiri atas  karya sastra dan prasasti. Peninggalan berupa prasasti, antara lain Prasasti Padlegan, Prasasti Palas, dan Prasasti Panumbangan. Adapun karya sastra yang terkenal, yaitu:

1)      Kitab Smaradahana karangan Empu Darmaja

2)      Kitab Arjuna Wiwaha karangan Empu Kanwa

3)      Kitab Hariwangsa dan Kitab Gathutkacasraya karangan Empu Panuluh

4)      Kitab Krisnayana karangan Empu Triguna

5)      Kitab Bharatayudha karangan Empu Sedah dan Empu Panuluh.

 

e.       Kerajaan Singasari

Kerajaan Singasari terletak di antara Kota Lawang -

Malang, Jawa Timur. Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok. Beliau memerintah tahun 1222-1227 M. Para penggantinya adalah Anusapati (1227-1248), Panji Tohjaya  (1248), Ranggawuni (1248-1268),  Kertanegara  (1268 -1292).

Raja Singasari yang terkenal adalah Kertanegara. Raja ini memiliki karisma yang besar dalam usaha mempersatukan Nusantara di bawah Kerajaan Singasari. Ia pernah menyerang Kerajaan Sriwijaya yang dikenal dengan ekspedisi Pamalaya (1275 M).

 

f.       Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit  terletak di Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya.  Ia adalah menantu Kertanegara dari Kerajaan Singasari. Ketika Singasari diserang oleh  Jayakatwang dari Kediri, Raden Wijaya berhasil meloloskan diri ke Madura. Beliau minta bantuan Wiraraja. Setelah menjadi raja beliau bergelar Kertanegara Jayawardhana.

Raden Wijaya digantikan  oleh putranya Kalagemet yang bergelar  Sri Jayanegara. Kalagemet digantikan oleh Sri Gitarja yang bergelar Tribhuanatunggadewi. Pada 1350 Masehi, Tribhuanatunggadewi digantikan oleh Hayam Wuruk. Waktu itu Hayam Wuruk  baru berusia 16 tahun. Hayam Wuruk bergelar Rajasanagara.

1)            Kejayaan Majapahit pada Masa Raja Hayam Wuruk

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mengalami puncak kejayaan. Bersama maha patih gajah mada, hayam wuruk berhasil mempersatukan nusantara.

Gajah mada adalah maha patih Majapahit yang diangkat setelah berhasil menumpas pemberontakan sadeng pada masa Sri Gitarja yang bergelar  Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani. Saat dilantik, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa. Dalam sumpah itu tersirat cita-cita Gajah Mada mempersatukan Nusantara. Untuk mewujudkan cita-cita itu, Gajah Mada membangun armada laut. Karena memiliki angkatan laut yang kuat, Kerajaan Majapahit dikenal sebagai  kerajaan maritim. Pimpinan armada laut dipercayakan kepada Empu Nala.

Hayam Wuruk juga memperhatikan kegiatan kebudayaan. Hal ini terbukti dengan banyaknya candi yang didirikan dan kemajuan dalam bidang

sastra. Candi-candi peninggalan Majapahit, antara lain Candi Sawentar, Candi Sumberjati, Candi Surawana, Candi Tikus, dan Candi Jabung. Karya

sastra yang terkenal pada masa Kerajaan Majapahit ialah Kitab Negarakertagama karangan Empu Prapanca dan Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular. Dalam kitab Negarakertagama terdapat istilah Pancasila. Sedangkan di dalam Sutasoma terdapat istilah Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu juga kitab sejarah Singsari dan Majapahit hasil karya Empu Prapanca,

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, terjadi Perang Bubat. Perang Bubat terjadi antara Kerajaan Majapahit dan kerajaan Pajajaran. Hayam Wuruk bermaksud mempersunting Diyah Pitaloka (Ciptaresmi), putri raja Pajajaran. Pihak Majapahit mengirim utusan untuk melamar. Raja Pajajaran memimpin secara langsung rombongan putrinya ke Desa Bubat yaitu desa yang disepakati dijadikan tempat Hayam Wuruk meminang Dyah Pitaloka. Namun, Patih Gajah Mada mempunyai rencana lain. Gajah Mada memaksa raja Pajajaran yang sudah ada di Desa Bubat untuk mempersembahkan putrinya sebagai upeti kepada Raja Hayam Wuruk. Permintaan itu ditolak oleh raja Pajajaran, sehingga terjadi perang besar di Desa Bubat. Seluruh rombongan Kerajaan Pajajaran, termasuk raja dan puterinya tewas. Hayam Wuruk tidak berkenan atas tindakan Gajah Mada. Sejak peristiwa itu, hubungan keduanya renggang.

 

2)            Kemajuan Majapahit di bawah Pimpinan Hayam Wuruk

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mencapai kemajuan  di berbagai bidang. Dalam bidang pemerintahan Majapahit juga membentuk badan peradilan yang disebut Sapta Papati. Untuk melaksanakan kekuasaan pengadilan disusunlah kitab hukum. Kitab tersebut bernama Kutaramanawa yang dibuat oleh Mahapatih Gajah Mada. Dalam bidang agama pemerintahan Majapahit membentuk Dharmadyaksa ring Kasyaiwan dan Dharmadyaksa ring Kasogatan. Dharmadyaksa ring Kasyaiwan, adalah  badan yang mengatur agama Hindu. Dharmadyaksa ring Kasogatan, adalah badan yang mengurusi agama Buddha.

 

3)            Kemunduran Majapahit

Sepeninggal Hayam Wuruk, terjadi perebutan kekuasaan di Majapahit. Pengganti Hayam Wuruk adalah Kusumawardhani  yang bersuamikan Wirakramawardhana. Wirakramawardhanalah yang memimpin Majapahit tahun 1389-1429. Bhre Wirabumi (anak selir Hayam Wuruk) diberi kekuasaan di Blambangan. Menurut Bhre Wirabumi, dirinya yang berhak menjadi raja di Majapahit.

Pada tahun 1401-1406 terjadi perang saudara (paregreg) yang terjadi di desa Paregreg. Bhre Wirabumi terbunuh dalam perang itu. Tumbuhlah benih persengketaan berlarut-larut di antara keturunan Hayam Wuruk.

 

 

 

2.      PENINGGALAN SEJARAH YANG BERCORAK HINDU DI INDONESIA

a.       Candi

Pada candi Hindu biasanya terdapat arca perwujudan tiga dewa utama dalam ajaran Hindu (trimurti). Tiga dewa itu adalah Brahma, Wisnu, dan Syiwa. Brahma adalah dewa pencipta, Wisnu dewa pemelihara, dan Syiwa dewa pelebur.

Candi peninggalan Hindu yang terkenal adalah Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang. Di dalam candi ini terdapat patung Trimurti dan relief yang mengisahkan cerita Ramayana. Tokoh dalam cerita Ramayana adalah Rama, Shinta, dan Burung Jatayu.

b.      Prasasti

Prasasti adalah benda peninggalan sejarah yang berisi tulisan dari masa lampau. Tulisan itu dicatat di atas batu, logam, tanah liat, dan tanduk binatang. Prasasti peninggalan Hindu ditulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Prasasti  tertua adalah Prasasti Yupa (Kerajaan Kutai), dibuat sekitar tahun 350-400 M.

c.       Patung

Contoh patung peninggalan kerajaan Hindu yang terkenal adalah Patung Airlangga sedang menunggang garuda. Dalam patung itu, Airlangga digambarkan sebagai penjelmaan Dewa Wisnu.

d.      Karya sastra (kitab)

Karya sastra yang terkenal antara lain Kitab Baratayuda dan Kitab Arjunawiwaha. Kitab Baratayuda dikarang Empu Sedah dan Empu Panuluh. Kitab Baratayuda berisi cerita keberhasilan Raja Jayabaya dalam mempersatukan Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala. Kitab Arjunawiwaha berisi pengalaman hidup dan keberhasilan Raja Airlangga.

e.       Tradisi

1.      Upacara nelubulanin ketika bayi berumur 3 bulan.

2.      Upacara pembakaran mayat yang disebut Ngaben.

3.      Upacara adat bersih desa di Jawa dan Bali setelah panen.

4.      Upacara nyawer, yaitu menabur beras kuning bercampur uang logam kepada mempelai.

5.      Upacara huap lingkung, yaitu kedua mempelai saling menyuapi nasi tiga kali.

6.      Upacara ruwatan pada anak tunggal. Seorang anak tunggal harus diruwat. Tujuannya agar lepas dari bahaya yang mengancam kehidupannya.

3.      TOKOH-TOKOH SEJARAH PADA MASA KERAJAAN HINDU

1.      Aswawarman

Aswawarman adalah raja Kutai kedua. Ia menggantikan Kudungga sebagai raja Aswawarman dipandang sebagai pembentuk dinasti raja yang beragama Hindu.

2.      Mulawarman

Mulawarman menggantikan Aswawarman sebagai raja Kutai. Pada masa pemerintahan Mulawarman telah ada orang Indonesia asli yang menjadi pendeta Hindu. Dengan demikian upacara keagamaan tidak lagi dipimpin oleh Brahmana dari India.

3.      Airlangga

Airlangga adalah Raja Kahuripan. Beliau dijadikan menantu oleh Raja Darmawangsa. Ketika sudah tua, Airlangga mengundurkan diri dari pemerintahan. Beliau pergi ke gunung untuk menjadi petapa dan bergelar Jatiningrat.

Airlangga memerintahkan Empu Baradah untuk membagi kerajaan menjadi dua, yakni Panjalu (Kadiri) dan Jenggala. Sungai Brantas menjadi batas kedua kerajaan baru itu.

Airlangga merupakan salah satu raja besar dalam sejarah Indonesia. Dalam patung-patung lama, beliau sering digambarkan sebagai penjelmaan Wisnu yang mengendarai garuda.

4.      Ken Arok

Ken Arok adalah pendiri kerajaan Singasari. Beliau juga menjadi cikal bakal raja-raja Majapahit. Ken Arok tidak lama memerintah

Singasari. Pada tahun 1227 beliau dibunuh oleh  suruhan Anusapati, anak tirinya.

5.      Raden Wijaya

Raden Wijaya adalah pendiri dan raja pertama Kerajaan Majapahit. Raden Wijaya bergelar Kertarajasa Jayawardhana. Sebelum menjadi raja, adalah pemimpin tentara Singasari.

6.      Gajah Mada

Gajah Mada adalah patih mangkubumi (maha patih) Kerajaan Majapahit. Namanya mulai dikenal setelah beliau berhasil memadamkan pemberontakan Kuti pada masa pemerintahan Jayanegara. Pada masa jayanegara Majapahit dilanda banyak pemberontakan, yaitu pemberontakan  Ragga Lawe (1309), Lembu Sura (1311), Nambi (1316), dan Kuti (1319). Pemberontakan Kuti sangat berbahaya tetapi berhasil ditumpas oleh Gajah Mada.

Gajah mada diangkat menjadi maha patih setelah menumpas pemberontakan sadeng pada masa Sri Gitarja

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...