Monday, February 25, 2013

Bahasa Indonesia MENEMUKAN GAGASAN UTAMA SUATU TEKS

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 5 Semester 1

Bab 7
MENEMUKAN GAGASAN UTAMA SUATU TEKS

A.    Membaca teks dengan kecepatan 75 kata/ menit dengan benar
Membaca cepat berarti memahami secara cepat. Saat membaca cepat pandangan mata harus diarahkan pada bacaan. Kemampuan membaca cepat seseorang tidaklah mengukur banyak kata yang dibacanya setiap menit, tetapi harus dilihat berapa persen pemahaman orang itu terhadap isi bacaan.
Pemahaman seseorang terhadap isi bacaan saat  membaca cepat, dapat dinilai dari ketepatan menemukan gagasan utamanya. Selain itu, dapat dinilai dari ketepatan menjawab pertanyaan yang ada.

B.     Menghitung Kecepatan Membaca
Cara menghitung kemampuan membaca cepat adalah:

C.     Menemukan Gagasan Utama
Setiap teks bacaan yang baik mempunyai gagasan utama. Gagasan utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan suatu teks bacaan. Fungsinya sebagai pokok, patokan atau dasar acuan suatu paragraf. Kita dapat menemukan gagasan utama di awal paragraf, akhir paragraf, atau di awal dan di akhir paragraf.
Coba perhatikan paragraf berikut ini.
Dini anak yang rajin. Setiap bangun tidur, dia selalu membantu ibunya. Membersihkan tempat tidur, menyapu halaman, dan mencuci piring tidak pernah ditinggalkannya tiap pagi. Di sekolah, dia selalu mendapat peringkat satu. Setiap ada teman yang kesulitan mengerjakan tugas, dia selalu membantunya.
Gagasan utama dalam paragraf di atas adalah: "Dini anak yang rajin", sedangkan kalimat-kalimat yang lainnya adalah kalimat penjelas karena hanya  menjelaskan gagasan utamanya saja.

Tugas !
Bacalah teks di bawah ini dengan seksama. Bacaan berjudul "Kain Batik" terdiri atas tiga paragraf. Setiap paragraf terdapat gagasan utama. Kamu dapat menemukannya bila kamu memperhatikan kalimat pada paragraf tersebut satu per satu.

Kain Batik
Kain batik merupakan karya seni Nusantara yang dihasilkan dari kebudayaan daerah, khususnya di Jawa Tengah dan Bali. Kota seperti Cirebon,  Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Priangan dan Madura terkenal sebagai daerah penghasil batik. Walaupun teknik yang diterapkan sama, namun kain batik dari beberapa daerah memiliki corak dan motif yang khas.
Kain batik dibuat dari mori. Menurut mutunya, mori yang biasa dibuat menjadi kain batik dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu primisima, prima, dan biru. Primisima adalah mori yang paling baik, halus, dan harganya mahal. Mori primisima biasa dibuat kain halus yang ditulis tangan, dan menjadi kain bermutu tinggi. Prima adalah kain mori bermutu sedang, yang juga biasa dibuat kain batik tulis. Mori biru adalah kain mori yang mutunya kurang bagus, tipis, dan tenunnya agak jarang. Mori ini tidak bisa digunakan untuk membuat batik tulis, karena lilin untuk membatik akan menembus ke bawah. Mori biru bisa digunakan untuk membuat batik cap yang harganya agak murah.
Untuk memperoleh kain batik yang bagus, diperlukan proses yang panjang. Pewarnaan motif-motif batik diperoleh dengan cara mencelup. Di samping itu, juga dengan menutupi bagian-bagian tertentu dengan lilin  atau malam. Malam dibuat dari bahan-bahan, seperti gondorukem, damar, lemak sapi, malam loro dan malam kote. Malam dapat dibeli di toko bumbu batik. Pewarna untuk membuat batik tradisional terdiri atas wedel dan soga. Wedel adalah pewarna biru yang diolah dari bahan-bahan nila, teres dan gamping. Soga adalah pewarna cokelat atau sawo matang yang diolah dari bahan-bahan kayu plika atau kulit kayu soga, kayu tingi, kayu tegeran dan bunga somba.

I.            Cobalah menjawab pertanyaan berikut dengan benar di buku latihanmu.
1.      Daerah mana saja yang menghasilkan karya seni batik?
2.      Sebutkan 3 jenis kain yang digunakan untuk membuat batik!
3.      Pewarna apa yang digunakan untuk membuat batik tradisional?
4.      Apa yang dimaksud dengan pewarna soga?
5.      Sebutkan bahan-bahan dasar pembuat malam!

II.            Sekarang, coba kamu cari gagasan utama setiap paragraf pada teks “Kain Batik”. Kamu dapat mengerjakannya di buku latihanmu.
1.      Paragraf pertama :
..........................................................................................................................................................................................................................
2.      Paragraf kedua :
..........................................................................................................................................................................................................................
3.      Paragraf ketiga :
..........................................................................................................................................................................................................................
III.            Setelah selesai mencari gagasan utama setiap paragraf, coba sekarang kamu ceritakan kembali bacaan di atas dengan bahasamu sendiri!

D.    Menggunakan Kalimat Pengharapan
Kalimat pengharapan adalah kalimat permintaan kepada orang lain agar permintaan atau harapannya dipenuhi. Kalimat tersebut biasanya diucapkan dengan intonasi lemah-lembut. Kata-kata yang biasa dipakai dalam kalimat pengharapan ialah harap, sudilah, sudilah kiranya, besar harapan, jika tidak keberatan, dan berilah.
Selain kalimat pengharapan kepada orang, ada juga kalimat pengharapan kepada Tuhan. Kalimat ini disebut juga kalimat doa karena berisi doa kepada Tuhan. Biasanya, kalimat doa disampaikan dengan intonasi rendah, dengan menggunakan kata-kata seperti semoga, mudah-mudahan, atau kumohon.

Contoh:
1.      Sudilah kiranya, Saudara memaafkan kesalahan saya.
2.      Mudah-mudahan Tuhan yang Maha Esa mengabulkan permohonan kita.

Tugas!
Buatlah sepuluh kalimat pengharapan dengan menggunakan kata-kata berikut!
1.      Harap
................................................................................
2.      Sudilah
................................................................................
3.      sudilah kiranya
................................................................................
4.      besar harapan
................................................................................
5.      jika tidak keberatan
................................................................................
6.      berilah
................................................................................
7.      semoga
................................................................................
8.      rnudah-mudahan
................................................................................
9.      kumohon
................................................................................
10.  dimohon
................................................................................




BAB 8
Membaca Puisi
A.    Puisi
Puisi merupakan karya sastra yang memiliki ciri khas pada bahasa yang digunakan. Bahasa yang digunakan dalam puisi terikat oleh irama, rima, dan larik.
B.     Membaca puisi
Sekarang, kamu akan berlatih membaca puisi. Selain membaca, kamu juga dapat berdeklamasi.
Deklamasi adalah menyajikan pembacaan puisi
dengan cara menghafalkannya terlebih dahulu. Saat  berdeklamasi, kesan yang timbul akan lebih terasa.
Jika kamu membaca prosa, kamu akan menemukan tanda koma (,) dan tanda titik (.). Tanda koma, artinya pembacaan berhenti sebentar. Tanda titik, artinya pembacaan berhenti agak lama. Puisi sering tidak menggunakan tanda koma dan tanda titik. Oleh karena itu, kamu harus memberinya tanda penjedaan. Tanda yang lazim digunakan sebagai berikut.
·         Tanda / : tanda untuk berhenti sebentar (jeda pendek).
·         Tanda // : tanda untuk berhenti lama (jeda panjang).
Setiap kata dalam puisi harus diucapkan dengan jelas dan tidak tergesa-gesa. Selain itu, intonasi harus sesuai dengan makna puisi. Intonasi adalah naik turunnya nada dalam membaca. Kata-kata dalam puisi ada yang harus diucapkan dengan nada tinggi, datar, atau rendah.
Tanda : nada suara tinggi.
Tanda : nada suara datar.
Tanda : nada suara menurun.

Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi yang disuarakan, antara lain:
1.      Lafal atau ucapan harus disesuaikan secara jelas.
2.      Irama dan rima, artinya dalam membaca jangan terlalu cepat dan terlalu lambat.
3.      Intonasi harus tepat, maksudnya kuat lemahnya pembacaan, tinggi rendahnya suara, dan panjang pendeknya pengucapan akan sangat menentukan makna yang terkandung dalam puisi.
4.      Ekspresi merupakan luapan perasaan atau pengungkapan perasaan sesuai jiwa puisi.
5.      Mimik atau ekspresi wajah (sedih, senang dll.) harus sesuai dengan puisi yang dibaca.

Contoh :
Bacalah puisi berikut ini dengan intonasi yang benar.

Kupu-kupu
Alangkah elok warnamu/
Terbang di antara bunga-bunga/
Mencari madu//
Kadang kulihat engkau berayun/
Di tangkai dan daun-daun/
Atau berkejaran bersama kawanmu//
Kupu-kupu/
Alangkah senang aku melihatmu/
Dapatkah aku memiliki sayap indah/
Seperti sayapmu //

Karya Sigit B.K.

Tugas
Pahamilah puisi berikut kemudian jawablah pertanyaan yang ada di bawahnya!

Kebunku yang Indah
Karya Atus Chanifa
Di kala pagi berseri
Kebunku berselimut kabut
Mawar melati bergoyang menari-nari
Tersenyum menyambut hari
Angin dingin bertiup perlahan
Seekor burung berkicau di dahan
Mentari keluar dengan malu-malu
Dari punggung bukit penuh pepohonan
Hatiku pun riang
Jiwaku gembira
Aku tersenyum
Melihat indahnya alam ciptaan-Nya
Sumber: Fantasi, Oktober 2003

Ayo, jawablah pertanyaan berikut di buku tulismu.
1.      Apakah yang menjadi pokok pembicaraan dalam puisi tersebut?
2.      Siapakah yang bercerita dalam puisi tersebut?
3.      Apakah yang dimaksud dengan “Kebunku yang Indah”?
4.      Apakah isi puisi “Kebunku yang Indah” secara ke seluruhan?
5.      Bagaimanakah perasaanmu setelah membaca puisi tersebut?

Sepedaku
Setiap pagi hari
Sengaja aku bangun pukul 5.30
Ku keluarkan sepeda berwarna hitam
Ku usap dengan kain lembut
Bersih, mengkilap, dan enak dipandang
Tiba berangkat ke sekolah
Aku telah ditunggu oleh sepeda kesayanganku
Kuputar arah menuju sekolah
Kuberangkat dan menyatu dengan sepedaku
Kayuh... kayuh... kayuh...
Kaki dan putaran roda saling sama berirama
menembus pagi nan cerah

Setelah membaca puisi yang berjudul “Sepedaku” di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1.      Berapa jumlah bait puisi di atas?
2.      Mengapa tokoh aku selalu bangun pukul 5.30?
3.      Naik apa tokoh aku berangkat ke sekolah?
4.      Apakah tokoh aku senang memiliki sepeda?
5.      Tunjukkan rasa senang tokoh aku terhadap sepedanya dalam puisi di atas!

B.     Terampil menggunakan Kata, Kalimat dan EYD

1.      Menggunakan kata dalam kalimat
Pasangkanlah arti kata yang dicetak  miring berikut dengan pilihan yang telah disiapkan!
1)      Teuku Umar melawan Belanda dengan taktik perang gerilya
2)      Teuku Umar diangkat sebagai panglima perang.
3)      Teuku Umar betul-betul memerangi laskar yang menindas rakya Aceh
4)      Perang gerilya menimbulkan banyak kerugian di pihak Belanda.
5)      Teuku Umar beserta pasukannya berbalik menggempur pasukan Belanda

Pilihan jawaban.
(1)    hulubalang; pemimpin pasukan; pemimpin kesatuan tentara
(2)    merusakkan dan menghancurkan, menyerang, dan membinasakan
(3)    cara-cara atau strategi; siasat; muslihat
(4)    perang yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tiba-tiba; perang secara kecil-kecilan dan tidak terbuka
(5)    tentara; kelompok serdadu; pasukan

2.      Carilah sinonim dari kata-kata yang bercetak miring di bawah ini! Carilah jawabannya pada kata-kata dalam kotak di samping!
a.       Semangat juangnya menyala-nyala.
b.       Jiwa kepahlawanannya tak pernah padam.
c.       Banyak pahlawan yang gugur dalam membela kemerdekaan.
d.      Perjuangan para pahlawan patut diteladani.
e.       Teuku Umar menerapkan taktik perang yang sulit dimengerti oleh Belanda.
dicontoh          wafat               membara
mati                 siasat

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...